banner 728x250

Mas Menteri Nadiem kunjungi Bumi Daranante, Bupati Sanggau : Perhatian Luar Biasa Memajukan Pendidikan di Perbatasan

Avatar photo
banner 120x600

Wartakapuas.id Sanggau – Kali ini, Sanggau termasuk daerah yang beruntung, pasalnya Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim memilih Kabupaten Sanggau sebagai salah satu lokasi kunjungan kerjanya di Kalimantan Barat, Selasa siang (25/10/2022).

Menteri Nadiem langsung menuju ruang pelaksanaan ANBK. Saat peninjauan berlangsung, terdapat enam peserta didik yang sedang fokus melaksanakan AN. “Alhamdulillah semuanya lancar ya. Anak-anak sepertinya tidak mengalami kesulitan baik itu dalam menjawab pertanyaan maupun terkait teknis pelaksanaan,” ungkap Mendikbudristek pada saat peninjauan.

banner 728x250

Dalam kesempatan ini, Mendikbudristek menjelaskan alasan kenapa Kurikulum Merdeka ini penting diterapkan di daerah. Pertama, kata Mendikbudristek, dalam Kurikulum Merdeka 30 sampai 40 persen materi diringkas agar guru bisa mendalami setiap materi.

Kedua, Kurikulum Merdeka memberikan hak kepada guru untuk menyampaikan materi pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa.

“Guru kelas 6 mau mundur ke (materi) kelas 4 boleh, karena tiap anak enggak selalu setara, yang penting ia belajar sesuai levelnya. Jadi guru punya keleluasaan untuk mengulang lagi dan mengejar ketertinggalan,” lanjut Menteri Nadiem.

Ketiga, lanjut Menteri Nadiem, salah satu komponen terbesar dalam Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran berbasis projek. “Dengan Kurikulum Merdeka, anak-anak bisa belajar soal kewirausahaan, belajar toleransi beragama, kebinekaan, iklim dan ramah lingkungan, kebudayaan lokal sambil keluar dari kelas dan melakukan projek,” ucapnya.

Di samping itu, Mendikbudristek juga mengatakan Kurikulum Merdeka dapat meringkas materi di sekolah dan guru dapat mengatur pembelajaran dalam satu tahun. “Misal satu minggu fokus di matematika dan numerasi, sampai matang di situ. Ini memberi ruang agar guru dan murid tidak dibebankan kurikulum yang ‘kejar tayang’,” pungkas Mendikbudristek.

Untuk diketahui, Kemendikbudristek terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Hadirnya Kurikulum Merdeka menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia agar sesuai dengan kebutuhan zaman. Dalam Kurikulum Merdeka, siswa tidak hanya dibentuk menjadi cerdas. Namun juga berkarakter sesuai dengan nilai yang tertuang dalam Profil Pelajar Pancasila.

Untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, pemerintah sudah memberikan fasilitas yang memudahkan sekolah dan guru yang dapat menggunakan bahan-bahan yang tersedia dalam Platform Merdeka Mengajar (PMM) maupun mengunduh panduan dan buku-buku teks yang tersedia di laman

Bupati Sanggau Paolus Hadi menuturkan kunjungan Mas Menteri Nadiem ini merupakan peluang dan perhatian yang luar biasa untuk memajukan dunia pendidikan di daerah perbatasan.

“Yang saya pahami beliau sudah tahu banyak tentang Sanggau. Setidaknya Sanggau sudah diakui Beliau, sehingga banyak hal yang berkaitan dengan Sanggau, termasuk saya juga menyampaikan tentang sekolah-sekolah mulai dari PAUD, SD, kemudian SMP, SMA, SMK, termasuk PSDKU Polnep yang bisa dinegerikan,” ungkapnya usai mendampingi Masmen Nadiem kunjungi SDN 01 dan SMPN 2 Sanggau.

Orang nomor satu di Kabupaten Sanggau ini menyampaikan bahwa, kunjungan Mendikbudristek ini melakukan sejumlah agenda penting diantaranya meninjau secara langsung proses ‘merdeka belajar’ yang kita terapkan di Kabupaten Sanggau.

“Beliau meninjau pelaksanaan asesmen Nasional, bertemu dan berdiskusi dengan kepala-kepala Sekolah juga para guru Penggerak, berdiskusi tentang hak-hak guru, tentang ketersediaan alat bantu belajar dan lain-lainnya,” ujar pria yang kerap disapa PH ini.

“Ini kesempatan baik, terima kasih Mas Menteri sudah berdiskusi dengan kami untuk memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Sanggau,” sambunnya.

Bupati Sanggau dua periode ini juga menuturkan bahwa para guru sudah menyampaikan aspirasi-aspirasinya, dan semuanya sudah ditanggapi oleh Mendikbudristek.

“Ada yang memang menjadi kewenangan Menteri, diantaranya yang berkaitan dengan kenaikan pangkat. Bagaimana guru bisa fokus dengan tugas pokoknya, tanpa disibukkan dengan urusan administrasi. Ada juga kewenangan pemerintah daerah misalnya pengangkatan PPP3,” bebernya.

PH berharap kunjungan Mendikbudristek ke Bumi Daranante ini bisa membawa dunia pendidikan di Indonesia semakin baik, khususnya di Kabupaten Sanggau.

“Memang tidak semua bisa langsung instan diselesaikan, setidaknya Mas Menteri sudah mencatat persoalan-persoalan dunia pendidikan di Indonesia khususnya daerah kita untuk dievaluasi. Saya yakin ini bisa lebih baik,” harapnya.

Bertemu dengan orang nomor satu di Kemendikbudristek, PH tak menyia-nyiakannya. Secara langsung ia menyerahkan surat permohonan agar PSDKU Polnep di Sanggau dapat dijadikan Politeknik Negeri Sanggau.

“Harapan saya beliau lebih bisa mengenal Sanggau. paling tidak Sanggau ada di hati beliau. Sehingga banyak hal yang berkaitan dengan Sanggau termasuk saya minta Politeknik (PSDKU Polnep di Sanggau) dinegerikan, karena ini daerah perbatasan,” ungkap bupati dua periode itu. (Andi)

error: Content is protected !!