banner 728x250

Inovasi Sidompu dan Rebung Raih Penghargaan, Bupati Sanggau : Tidak Semata-mata Untuk Mendapatkan Penghargaan

Avatar photo
banner 120x600

Wartakapuas.id Sanggau – Pemerintah Kabupaten Sanggau berhasil meraih Ranner up 2 pada lomba Inovasi, Sistem informasi data orang miskin terpadu atau yang disingkat SIDOMPU)’ yang diinisiasi oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsosp3akb) Kabupaten Sanggau “Kalimantan Barat  Innovation Award (Kalbaria) tahun 2022” kategori pemerintah daerah Kabupaten/kota.

Selain Ranner UP 2 pada lomba Inovasi, Sistem informasi data orang miskin terpadu atau yang disingkat SIDOMPU’ yang diinisiasi oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsosp3akb) Kabupaten Sanggau, sedangkan inovasi Rembuk Bersama Untuk Cegah Stunting atau yang disingkat Rebung yang diinisiasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau melalui Puskesmas Bonti mendapat peringkat lima.

banner 728x250

Penghargaan yang diserahkan oleh stap ahli bidang hukum dan politik Natalia Karyawati mewakli Gubernur Kalimantan Barat diterima lansung oleh Staf Ahli Bupati Sanggau Sophiar Juliansyah dan Kepala Dinsosp3akb Aloysius Yanto di salah satu Hotel di Kota Pontinak, Senin (24/10/2022).

Menggapi prestasi itu, Bupati Sanggau Paolus Hadi menyampaikan bahwa inovasi-inovasi yang diinisiasi oleh dua instansi tersebut tidak semata-mata untuk mendapatkan penghargaan.

“Nah inovasi-inovasi ini memang dilakukan untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Sosial dan Puskesmas Bonti. Penghargaan itu adalah apresiasi agar termotivasi untuk terus berinovasi,” ujar Bupati saat ditemui sejumlah awak media di kediamannya, Selasa siang (25/10/2022).

Menggapi prestasi itu, Bupati Sanggau Paolus Hadi menyampaikan bahwa inovasi-inovasi yang diinisiasi oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsosp3akb) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau melalui Puskesmas Bonti tersebut tidak semata-mata untuk mendapatkan penghargaan.

“Nah inovasi-inovasi ini memang dilakukan untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Sosial dan Puskesmas Bonti. Penghargaan itu adalah apresiasi agar termotivasi untuk terus berinovasi,” ujar Bupati saat ditemui sejumlah awak media di kediamannya, Selasa siang (25/10/2022).

Orang nomor satu di Bumi Daranante ini menyebutkan, inovasi sidompu dan rebung merupakan inovasi pendukung untuk menangani masalah krusial di Kabupaten Sanggau.

“Kedua masalah strategis (bansos dan stunting) ini masalah yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Tidaknya sampai sidompu, sekarang sudah ada pengembangan untuk mendukung sidompu itu, yaitu ebansos,” terangnya.

“Kalau soal stunting, ada hubungannya dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sanggau, untuk menuju Sanggau Sehat. Apa lagi soal stunting ini, kita harus menyesuaikan dengan target nasional penurunan angka stunting,” terangnya.

Bupati Sanggau dua periode ini berpesan, agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sanggau tetap semangat berinovasi untuk membangun daerahnya.

“Tidak harus hanya PNS, ini pun terbuka untuk masyarakat. Kita sama-sama membangun daerah kita ini,” harap PH.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsosp3akb) Kabupaten Sanggau, Aloysius Yanto, mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan usaha dan hasil kerja keras selama kurang lebih tiga tahun yaitu sejak dimukai tahap uji coba tahun 2019.

“Inovasi sidompu merupakan hasil kerja keras dinsos selama kurang lebih 3 tahun, yaitu sejak dimulai pada tahap uji coba pada tahun 2019 dan didedikasikan tahun 2020-2022 ini”, ujar Yanto.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin DinsosP3AKB, Valentinus Sudarto, menyampaikan bahwa hal ini tidak terlepas dari dukungan kepala daerah dan pada OPD Kabupaten Sanggau, karena memang sangat dibutuhkan selama implementasikan inovasi sidompu ini, sehingga dari berbagai bentuk dukungan kita sudah mendapatkan tugas deligisasi secara hukum melalui peraturan bupati. Ujarnya

Sebagai pelaksana teknis, Valen menyebutkan bahwa kedepannya inovasi sidompu ini sedang dikembangkan dalam bentuk e-bansos sidompu, dimana pengajuan sudah harus secara digital.

“Dan usulan bantuan bisa dilakukan oleh operator digital pemerintah desa dan kelurahan dan masyarakat melalui pemerintah desa dan kelurahan,” kata Valen.

Dengan ada ini sistem digital ini pihaknya (Dinsosp3akb) ingin mendukung green eclkonomy atau ekonomi hijau dimana kita akan mengurangi kertas atau peperless, dengan bantuan sosial e-bansos kami harapkan memang terjadi pengorbanan sosial yang efektif dan efesien sehingga nantinya bisa diakses dan tranparansi bantuan sosialnya.

“Kita juga punya wacana kedepannya sidompu ini untuk mendukung data stanting, dimana nanti data-data stanting yang ada di desa dan kelurahan bisa diperoleh melalui sidompu, sehinga ada sergisitas dengan para OPD terkait dengan yang menjadi fokus bagi pemerintah saat ini, yang pasti dengan adanya sidompu ini data kependukan semakin bisa diperbaiki secara normatif dan secara ligalitas administrasi kependudukan bisa lebih baik”, sambungnya.

Pemilik nama lengkap Valentinus Sudarto ini juga berharap kedepannya Sidompu terus menjadi inovasi yang berkembang, inivasi yang bisa membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan dan pengambilan kebijakkan serta mencoba untuk beradaptasi dalam bentuk hal-hal lainnya maupun program lainnya.

“Tidak hanya dibidang sosial tetapi kami nanti berharap masih ada OPD lain yang bisa membantu untuk pengolahan data dan juga semakin adanya daerah lain beradaptasi untuk di implementasikan didaeranya masing-masing. Sidompu adalah upaya pemerintah daerah kabupaten Sanggau menuju, Sanggau yang bermartabat Sanggau yang maju dan yang terdepan,” bebernya. (Andi)

error: Content is protected !!