mgid.com, 605850, DIRECT, d4c29acad76ce94f
banner 728x250

Ruas Jalan Nasional di Sanggau Alami Longsor, Diimbau Agar Pengguna Jalan Berhati-hati

Wartakapuas.id Sanggau – Akibat curah hujan yang cukup tinggi mengguyur kota Sanggau, Senin 8 November 2021 mengakibatkan ruas jalan Nasional tepatnya di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, mengakibatkan separuh badan jalan mengalami longsor. dan tak jauh dari situ diruas jalan yang sama tepatnya di KM 10 juga mengalami longsor.

Pada kesempatan ini Kapolsek Kapuas, Iptu Hery Triyana mengimbau kepada warga yang melintasi Jalan Jenderal Sudirman tepatnya dilokasi yang longsor agar tetap berhati-hati, Mengingat jalur jalan ini dibuat satu arah.

“Jadi kita bergantian maka dari itu kita stanbykan personil untuk mengatur arus lalu lintas. Selalu hati-hati dan jaga keselamatan,”pungkasnya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kabupaten Sanggau, H John Hendri didampingi pejabat lainya meninjau langsung lokasi yang longsor tersebut.
Hadir juga dari TNI/Polri, Dishub Sanggau. 

Dikatakannya, Longsor ini awalnya terjadi sekitar tiga pekan yang lalu, kemudian kemarin Sanggau diguyur hujan lebat sehingga memperparah titik yang longsor tersebut. “Kemudian terjadi satu titik longsor lagi tepatnya di Desa Sungai Mawang, KM 10,”katanya, Senin 8 November 2021.

“Kalau kita lihat kejadian yang sudah kita tinjau sebelumnya bahwa pengerjaan dilokasi ini cukup berat untuk kerjakan secara permanen dalam waktu singkat. Oleh karena itu melalui DBM SDA Sanggau sharing dengan P2JN, kami mencoba memberikan solusi bahwa hari ini kita lakukan pelebaran berem jalan supaya kendaraan tetap berjalan dan dengan jarak pandang yang cukup pendek,”tambahnya.

Selain itu, Dibekas longsor atau dipinggir aspal yang longsor juga dipasang plastik atau terpal supaya jika titik hujan jatuh tidak langsung mengenai pinggir aspal yang longsor.

“Tapi mengenak daripada terpal itu sendiri, Sehingga kemungkinan longsor ini akan berkurang walaupun ini sifatnya darurat. Sama juga dengan yang KM 10, longsor tadi malam seperti itu penangananya. Jadi pertama kita lebarkan dulu barem jalan supaya mobil juga bisa lewat, kemudian kedua tentu kita juga akan melakukan penutupan menggunakan terpal,”jelasnya.

Kemudian secara program terkait perbaikannya sudah masuk dalam perencanaan. Karena bagaimanapun juga tidak mungkin besok atau lusa langsung dikerjakan secara permanen.

“Harus menggunakan konsep dulu. Pertama mungkin juga pematangan daripada lahan yang longsor ini perlu dilakukan, misalnya dengan pemasangan cerucuk dan sebagainya,”jelasnya.

“Setelah itu baru kita dilakukan pekerjaan-pekerjaan yang permanen, itulah kira-kira gambaran  bagaimana kita menyikapi ini. Karena ini jalan nasional tidak boleh putus, itu yang kita harus perjuangkan terus,”tambahnya.

Untuk itulah, Hendri mengimbau kepada masyarakat khususnya pengguna jalan agar berhati-hati didua titik yang terjadi longsor ini. 
Hendri kembali menjelaskan bahwa sekarang tim perencanaan sudah berkerja untuk merancang kembali bahu jalan ini supaya tetap bisa fungsional.

“Tentunya nanti kalau sekiranya dana untuk bencana ini bisa cepat keluar otomatis paling tidak diakhir tahun ini bisa dimulai pengerjaannya ataupun awal bulan tahun 2022 sudah dikerjakan,”tuturnya. (*)

error: Content is protected !!