INFO PMI SANGGAU
JUMLAH KETERSEDIAAN DARAH PMI SANGGAU >>> GOLONGAN DARAHA : A = B= 0=
banner 728x90 banner 728x90

Pemerintah Terus Menggencarkan Vaksinasi Rabies

Avatar photo

Wartakapuas.id Sanggau -Kepala Bidang Peternakan dan hewan pada Dinas Perkebunan dan pertenakan Kabupaten Sanggau, Ambius Anton menyampaikan bahwa Vaksinasi rabies pada hewan menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Sanggau.

“Kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) pada masyarakat Kabupaten Sanggau masih terus berkembang. Pemerintah terus melakukan vaksinasi rabies untuk mengurangi resiko penularan. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Sanggau menyediakan 12 ribu dosis vaksin,” ungkapnya, Selasa (14/5/2024).

Berdasarkan data pada bulan Mei 2024 sekitar 1.162 ekor hewan yang telah divaksinasi rabies. Artinya masih ada sekitar sepuluh ribu lebih dosis vaksin yang belum diberikan kepada hewan.

Dikatakannya bahawa anjing yang sudah divaksin itu sekitar 903 ekor, kucing 223 ekor, monyet 4 ekor dan 32 ekor binatang lainnya, seperti musang. Kita prioritaskan pada anjing, sekira 80 persen yang sudah kita vaksin, katanya.

Menurutnya, populasi hewan penular rabies di Kabupaten Sanggau berkisar diangka 40 ribu ekor lebih, akumulasi dari beberapa jenis hewan. 12 ribu dosis vaksin anti rabies untuk hewan yang tersedia itu berbanding jauh dengan jumlah populasi yang ada.

“Kalau populasi dasarnya ini kita mengacu ke populasi tahun sebelumnya, populasi tahun sebelumnya agak tinggi sekitar empat puluh ribu lebih kucing, anjing, kera dan lainnya itu secara akumulatif,” ungkapnya.

Berdasarkan data per April 2024, di Kabupaten Sanggau telah terjadi sebanyak 318 kasus gigitan HPR. Walaupun belum ada yang positif tertular rabies. Kasus rabies mulanya terdeteksi di Landak. Untuk itu, langkah pencegahan penularan, pihaknya telah melakukan vaksinasi menyeluruh di daerah perbatasan dengan kabupaten Landak tersebut.

“Lanjut disampaikannya kita akan fokus ke kawasan perbatasan Malaysia di Kecamatan Entikong. Kita khawatir karena ini kan beranda negara. Dalam pelaksanaan vaksinasi di lapangan, masih banyak sekali kendala teknis. Terutama sikap tidak kooperatif dari pemilik hewan yang akan divaksin. Semoga kedepannya masyarakat pemilik hewan bisa bekerjasama dengan pihaknya dalam proses penyuntikan vaksin,” harapnya. (*)