INFO PMI SANGGAU
JUMLAH KETERSEDIAAN DARAH PMI SANGGAU >>> GOLONGAN DARAHA : A = B= 0=
banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90

Usman Hadiri Ritual Manek Data di Dusun Pisang Kecamantan Jangkang

Avatar photo

Wartakapuas.id Sanggau – Nosu minu podi adalah salah satu upacara adat panen padi. Dalam upacara ini seluruh anggota masyarakat membuat pesta dirumahnya masing-masing sebagai ucapan rasa syukur kepada sang penompa (TYE) atas rejeki (hasil penen) yang diperoleh.

“Mereka mengadakan doa permohanan atau pengharapan, yaitu memohon dan berharap agar minu podi (Dewi Padi) mau diajak pulang kepada pemiliknya yang ditempatkan di Jurukng (Lumbung Padi) di kampung,” ujar anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari Partai Demokrat Dapil Sanggau dan Sekadau saat menghadiri Ritual adat Manek Data (Mandi data) di Dusun Pisang, desa Pisang Kecamatan Jangkang, Sanggau, Kalbar. Jumat (2/6/2023)

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sanggau, Usman mengatakan bahwa
Gawai dalam kehidupannya masyarakat adat Dayak secara khusus masyarakat Jangkang Pisang masih melaksanakan adat istiadat yang di warisi secara turun temurun dari nenek moyang mereka, salah satunya adalah pelaksanaan Adat Bogawai atau biasa disebut Gawai Nosu Minu Podi, tuturnya

Lanjut Usma, bahwa adat bogawai adalah upacara yang di laksanakan setiap tahun sekali setelah panen padi sebagai rasa syukur kepada sang pencipta atas hasil panen yang di peroleh. Pelaksanaan upacara adat ini diyakini masyarakat Dusun Pisang sebagai sarana untuk mencapai suatu keberkahan dalam kehidupan, karena masyarakat meyakini berkah akan datang apabila dilakukan, walaupun upacara adat ini tidak sepenuhnya lagi dilaksanakan karena faktor agama, ekonomi dan pendidikan.

Di Kecamatan Jangkang secara khusus di Dusun Pisang prosesi adat dalam Bogawai biasa disebut Manek Data yang dilakukan di tepi sungai.

Ritual Adat Manek Data (Mandi Data,  yaitu permisi kepada penguasa Udara, darat dan air yang tidak lain adalah Tuhan. Hal ini diungkapan dengan ritual adat yang sangat religius yang langka dan perlu dipertahan serta dilestarikan oleh masyarakat setempat.

“Budaya, adat istiadat seperti ini, perlu kita jaga, kita lestarikan. Saya sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat sangat mendukung kegiatan seperti ini, terutama dalam hal budaya, karena sudah sesuai dengan Visi dan misi Bupati Sanggau yaitu Sanggau berbudaya dan beriman,” harap Usman. (Andi)