banner 728x250

Uskup Keuskupan Sanggau Mgr. Valentinus Saeng Lounching Salib IYD Tahun 2023

Avatar photo
banner 120x600

Wartakapuas,id Sanggau – Dalam Rangka Memperingati Hari Orang Muda Katolik Se-Dunia Gereja Mengajak  Perhelatan Nasional Orang Muda Katolik Melalui Kegiatan Indonesian Youth Day (IYD) yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali.

“Pada kesempatan ini pula Keuskupan Sanggau melaunching Salib IYD oleh Uskup Keuskupan Sanggau Mgr. Valentinus Saeng, pad tanggal  7-8 Maret 2023,”

Uskup keuspuan Sanggau, Mgr. Valentinus Saeng mengatakan bahwa hari ini, kami melaunching salib Indonesian Youth Day (IYD) tahun 2023 yang akan diselengarakan di Palembang sebagai tuan rumah IYD pada tanggal 26- 30 Juni 2023 Mendatang di Keuskupan Sanggau ini. Lounching salib IYD ini diikuti oleh Otang Muda Katolik (OMK) dari setiap Paroki Sekeuskupan Sanggau.

“Kami berharap bahwa peserta yang datang ke sini sungguih-sungguh mempersiapkan diri untuk mengikuti semua proses yang sedang disiapkan oleh tim, agar ketika mereka berangkat ke Palembang, mereka sunguh-sunguh serius mengikuti kegiatan tersebut. Sehingga ketika mereka kembali kesini atau ke keuskupan Sanggau, Paroki maupun stasi dimana mereka tinggal mereka sungguh-sungguh dapat menjadi penggerak, menjadi motivator, menjadi penyemangat bagi kaum muda yang ada di daerah mereka masing-masing,” Kata Mgr. Valentinus Saeng. Kamis (08/03/2023)

Uskup Keuskupan Sanggau juga berharap agar perhatian gereja untuk kaum muda terus berlanjut, karena mereka adalah masa depan gereja, lalu pada saat yang sama kaum muda sendiri menemukan wadah dimana mereka dapat mewujudnyatakan semua kreativitas yang ada pada mereka untuk perkembangan mereka sendiri maupun juga  untuk perkembangan gereja katolik.

IYD itu tiada lain adalah pertemuan agung atau pertemuan raksasa yang melibatkan semua kaum muda katolik seluruh Indonesia yang dulu pertama kalinya diadakan di Keuskupan Sanggau tahun 2012. Nah sesungguhnya pertemuan ini tiada lain adalah  bentuk  kepedulian gereja dan para pemimpinnya terhadap kehiduapan kaum muda dan ini dirintis oleh Paus Yohanes Paulus II, bagaimana gereja di eropa yang sudah tua bisa menyapa kaum muda, sehingga gereja itu tidak lagi seperti  orang-orang yang tinggal di merara Gading  yang tidak relevan dengan kehidupan apalagi  dengan kaum muda, karena itulah Paus Yohanes Paulus II mulai menyelenggarakan pertemuan kaum muda sedunia, dan hal itu kita teruskan di seluruh dunia, jelas Mgr. Valentinus Saeng.

Lanjut Uskup Keuskupan Sanggau, Respon maupun tanggapan dari  gereja katolik Indonesia itu berbagai macam, tetapi Keuskupan Sanggau dengan meniru dari  gerak  kaum muda Pasionis di Santo Gabriel  menggunakan nama tendopoli, itulah cikal bakal pertemuan kaum muda katolik di Keuskupan Sanggau. Tuturnya.

“Tendopoli yang bearti tinggal ditenda-tenda, mereka berkumpul, mereka berdialok, mereka sharing pengalaman  dan mereka belajar iman krisstiani,”

Mengapa kita teruskan di sanggau, karena di masa itu Keuskupan Sanggau dipimpin oleh Mgr. Yulius Mencuccini seorang Uskup yang berasal dari Italia dan seorang Pasionis, sehingga kegitan tendopoli di italia kita bawa ke sini dengan penyesuaian-penyesuaian.

Lalu tendopoli tersebut terus  berlanjut setiap dua tahun sekali di Keuskupan Sanggau dan kita juga bagun sarana prasarana disini  sehinga tidak heran kalau IYD yang pertama dilaksanakann di Keuskupan Sanggau, karena Keuskupan Sanggau adalah yang pertana secara reguler dan teratur menyelenggarakan pertemuan kaum muda Keuskupan, kata Mgr. Valentinus Saeng.

Sementara itu, Ketua Panitia pelaksana, Yuvenalis Krismono mengatakan bahwa IYD ini merupakan kabar gembira bagi OMK di seluruh Indonesia, lantaran sebelumnya sempat ditunda pelaksanaannya lantaran pandemi Covid-19.

“Sebelumnya setelah di Sanggau, dilaksanakan di Mando dan selanjutnya di Palembang, tapi sempat tertunda karena pandemi Covid-19. Puji Tuhan pada bulan Juni 2023 ini akan dilaksanakan IYD di Palembang, tentu ini kabar gembira bagi seluruh OMK di Indonesia, akhirnya bisa berkumpul lagi, bertemu dengan OMK di seluruh Keuskupan di Indonesia,” katanya.

Krismono mengatakan, sesuai dengan instruksi dari KWI dan panitia di Palembang, sebelum memulai rangkaian IYD, seluruh Keuskupan harus melaksanakan launching salib IYD.

“Jadi rentetannya, launching salib IYD, pra IYD, baru nanti IYD nya di Palembang. Kemudian nanti ada lagi pasca IYD di masing-masing paroki, apa yang didapatkan selama IYD ini diimplementasikan dimana mereka tinggal,” katanya.

Launching ini lanjut Mono sapaannya akrabnya, melibatkan semua peserta yang berjumlah 45 orang sesuai dengan kuota yang ditentukan, dan juga seluruh pengurus OMK di masing-masing paroki di Keuskupan Sanggau. (*)

error: Content is protected !!