banner 728x250

Paolus Hadi, Manfaatkan dengan Baik Apa yang Sudah Pemerintah Bantu

Avatar photo
banner 120x600

Wartakapuas.id Sanggau – Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kalbar, M. Munsif didampingi Bupati Sanggau, Paolus Hadi dan jajaran Forkompimda Sanggau melakukan panen perdana kelapa sawit kegiatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) tahun tanam 2020 di Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Rabu (7/9/2022).

Panen perdana dilakukan dilokasi PSR binaan KUD Sinar Mulia.
“Kami atas nama Pemrov Kalbar mengucapkan selamat kepada KUD Sinar Mulia yang telah membuktikan bahwa program PSR itu real. Ditanam dan pada akhirnya bisa di panen dan kita lihat tadi hasilnya luar biasa,” kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kalbar, M. Munsif.

banner 728x250

Lanjut Munsif, akan memberikan sebuah bukti bahwa melalui program PSR ini, apa yang menjadi impian pemerintah untuk mensejahterakan dan berkelanjutan bisa diwujudkan.
“Jelas, tanaman yang sudah tua, perlu diremajakan, supaya menghasilkan dan lebih baik lagi dari yang sebelumnya,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sanggau, Paolus Hadi mengatakan bahwa terkait pembinaan kepada petani dalam program PSR yang menjadi tugas pokok Disbudak untuk mengawal apa yang sudah dikembangkan melalui bantuan pemerintah ini, dan betul-betul berhasil sesuai harapan kita semua,” kata Bupati Sanggau, Paolus Hadi.

Orang nomor satu di Bumi Daranante, mengaku senang dengan adanya lembaga swadaya masyarakat lainnya yang ikut membantu. Kemudian juga kerjasama Indonesia dengan pihak-pihak luar, dan mereka berkerja disini untuk banyak hal.
“Salah satu tadi STTB itu, nah itukan dalam rangka pembinaan supaya ada kepastian bahwa mereka adalah petani yang punya tanda bukti bahwa mereka punya kebun,” tuturnya.

Terkait panen perdana ini, Bupati Sanggau, Paolus Hadi mengaku senang, kemudian masyarakat juga senang terlebih hasilnya pun baik.
“Ini sudah luar biasa pemerintah bantu, tapi jangan dimanfaatkan dengan cara yang tidak benar. Sudah diberi gratis, disupport, dibina, ujung-ujungnya tadi saya pesan jangan suka menjual tanaman kita. Peliharalah semampu terus, karena inilah sumber uang (pendapatan),” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Sanggau, H. Syafriansyah mengatakan tahap satu dari KUD Sinar Mulia di Desa Penyeladi ini luasnya 111 hektare lebih sedikit.

“Ini milik dari 48 petani. Sebenarnya lebih dari 500 hektare dilokasi ini. Cuman ini tahap pertama yang kita panen. Terus terang ini diluar ekspektasi kita, tadi sudah timbang, rata-rata beratnya 4,5 kg per janjang. Seharusnya mungkin baru sekitar 3 kg dan ini sudah lebih,” ucapnya.

Dengan begitu, lanjutnya, menunjukan bahwa kemampuan petani ini sudah sangat memadai, dan tentunya dengan pendampingan yang baik.
“Tadi pak bupati sudah sampaikan, komitmen pemerintah daerah itu sangat jelas. Melalui dinas sudah dampingi, mulai dari pengusulan sampai hari ini. Dan nanti pun lokasi ini akan kita buat sebagai rintisan untuk kita urus sertifikat ISPO, Yang nanti mungkin memiliki nilai tambah bagi petani, terutama dalam hal mereka menegosiasi harga,” ujarnya.

Terkait sertifikat itu, saat ini sedang dalam proses pengurusan. Saat ini dilakukan pendampingan dari mitra, sehingga nanti pada akhirnya KUD Sinar Mulia siap untuk diajukan.

Dikatakannya, secara keseluruhan program PSR di Kabupaten Sanggau mencapai 4.500 hektare lebih yang sudah rekomendasi dan tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Sanggau.
“Seperti di Kecamatan Kapuas, Meliau, Parindu, Kembayan, dan di Mukok ada sedikit. Dan yang sudah tanam sekitar 3200 hektare lebih sedikit,” pungkasnya. (Andi)

error: Content is protected !!