mgid.com, 605850, DIRECT, d4c29acad76ce94f
banner 728x250

Paolus Hadi Terima Kunjungan BPS Kabupaten Sanggau

Wartakapuas.id Sanggau- Bupati Sanggau Paolus Hadi, menerima kunjungan Plt Kepala BPS Kabupaten Sanggau, Yanuar Lestariadi bersama pejabat BPS Kabupaten Sanggau yang bertempat diruang kerjanya. Rabu, (26/01/2022)

Kedatangan Kepala BPS tersebut dalam rangka menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS) Kabupaten Sanggau 2021.

Plt. Kepala BPS Kabupaten Sanggau, Yanuar Lestariadi mengatakan bahwa terkait BRS Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sanggau Tahun 2021, IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk).

“IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU),”katanya melalui telepon selulernya, Kamis 27 Januari 2022.

Dikatakannya, IPM dibentuk dari 3 dimensi yaitu Dimensi Umur Panjang dan Hidup Sehat,
Dimensi Pengetahuan,
Dimensi Standar Hidup Layak.
IPM Sanggau Tahun 2021 mencapai 66,20 . Angka IPM ini selalu meningkat sejak tahun 2010 yang sebesar 60,57.
Angka IPM Kab Sanggau meningkat 0,43 poin (0,65 persen) dibandingkan tahun sebelumnya.

“Peningkatan IPM tahun 2021 di Kabupaten Sanggau menjadi yang terbesar kedua se-Kalbar, di bawah Kota Pontianak. Dimensi Umur Panjang dan Hidup Sehat diukur melalui indikator UHH (Umur Harapan Hidup). Tahun 2021 UHH Kabupaten Sanggau sebesar 71,42, Artinya Bayi yang lahir pada tahun 2021 memiliki rata-rata harapan hidup hingga 71,42 tahun,”jelasnya.

Kemudian, Dimensi Pengetahuan diukur dari indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). HLS Kabupaten Sanggau pada tahun 2021 sebesar 11,59 tahun yang berarti anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk mengenyam pendidikan hingga kelas XII (SMA kelas 3).

“Sedangkan RLS Sanggau tahun 2021 sebesar 7,39 tahun yang berarti penduduk usia 25 tahun ke atas. Rata-rata telah menduduki jenjang Pendidikan hingga kelas VIII (SMP Kelas 2).
Dimensi Standar Hidup Layak diukur dengan Pengeluaran Per Kapita yang disesuaikan, dimana pada tahun 2021 pengeluaran perkapita penduduk sanggau adalah 8,33 juta per tahunnya,”tuturnya.

Kemudian, BRS terkait Ketenagakerjaan Kabupaten Sanggau pada Agustus 2021. Jumlah angkatan kerja pada Agustus 2021 sebanyak 251.041  orang, naik  214 orang dibanding Agustus 2020. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Agustus 2021 sebesar 69,41 persen turun 0,97 persen poin dibandingkan Agustus 2020.

“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2021 sebesar  3,45  persen, turun 0,07 persen poin dibandingkan Agustus 2020.
Penduduk yang bekerja pada Agustus 2021 sebanyak 242.376 orang, meningkat sebanyak 389 orang dari Agustus 2020,”jelasnya.

Penduduk yang bekerja disektor pertanian sebanyak 156.269 orang, sektor Manufaktur sebanyak 31.577 orang dan sektor jasa-jasa 54.530 orang. Ditahun 2021 Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah Sektor Jasa-jasa (1,62 persen poin). “Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu Sektor Pertanian (3,02 persen poin) pada Agustus 2021. Penduduk bekerja paling banyak berstatus buruh/karyawan/pegawai yaitu sebesar 31,23 persen, Sementara yang paling sedikit berstatus berusaha dibantu buruh tetap/dibayar yaitu sebesar 2,13 persen,”jelasnya.

Dibandingkan Agustus 2020, status pekerjaan yang mengalami penurunan adalah pekerja keluarga (1,40 persen poin), berusaha sendiri (4,06 persen poin), pekerja bebas pertanian (0,36 persen poin), berusaha dibantu buruh tetap/ dibayar (0,27 persen poin).

“Tingkat pendidikan dapat mengindikasikan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Pada Agustus 2021, penduduk bekerja masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan SD ke bawah yaitu sebanyak 52,12 persen. Sementara tenaga kerja yang berpendidikan tinggi yaitu Diploma dan Universitas masing-masing sebesar 1,87 dan 5,10 persen.
Terdapat 13.327 orang (3,68 persen penduduk usia kerja) yang terdampak  COVID-19. Terdiri dari pengangguran karena COVID-19 (825 orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena COVID-19 (189 orang), sementara tidak bekerja karena COVID-19 (729 orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena COVID-19 (11.584 orang),”ujarnya.

BRS terkait profil kemiskinan di  Kabupaten Sanggau Tahun 2021, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sanggau sebesar 21,70 ribu jiwa (4,55 persen), mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun 2020 yang tercatat sebesar 4,46 persen.

“Persentase Kenaikan jumlah penduduk miskin Kabupaten Sanggau tahun 2021 adalah sebesar 0,09 persen.
Garis Kemiskinan Kabupaten Sanggau tahun 2021 sebesar Rp 363.714, Mengalami kenaikan 4,82 persen dibandingkan tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp 346.983,”katanya.

Kemudian, Indeks Kedalaman Kemiskinan Kabupaten Sanggau tahun 2021 sebesar 0,62 mengalami penurunan 0,20 dibandingkan tahun 2020 yang tercatat sebesar 0,82. “Indeks Keparahan Kemiskinan Kabupaten Sanggau tahun 2021 sebesar 0,16 mengalami penurunan 0,05 dibandingkan dengan tahun 2021 yang tercatat sebesar 0,21,”ujarnya. (*).

error: Content is protected !!