mgid.com, 605850, DIRECT, d4c29acad76ce94f
banner 728x250

Bupati Sanggau Ajak Generasi Muda Buka Celah Dunia : Pendidikan Tidak Harus Untuk Jadi Pegawai

Wartakapuas.id Sanggau – Sering kali disampaikan Bupati Sanggau Paolus Hadi bahwa, pendidikan tidak harus untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintahan. Ia mengajak, agar dunia pendidikan berperan menjadi landasan untuk siswanya bisa membuka celah dunia (membuka peluang usaha baru).

“Kalau di Kabupaten Sanggau, saya selalu memberi masukkan kepada anak-anak untuk membuka celah dunia dan hasilnya bisa sangat luar biasa, karena masih banyak celah dunia yang belum dibuka,” pungkas orang nomor satu di Sanggau dalam sambutannya di Malam Ramah Tamah & Pembukaaan Rakor MKKS Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Kepala SMK se-Kalimantan Barat tahun 2022 di Kabupaten Sanggau (14/1/2022).

Hal tersebut disampaikannya agar para generasi muda tidak terfokus hanya di ruang lingkup Pemerintahan saja. Menurutnya masih banyak cara peluang lain untuk berkarya dalam mengembangkan potensi diri dan daerahnya, selain di dunia Pemerintahan maupun di Perusahaan tertentu.

“Setelah lulus kuliah, masih banyak yang bertanya kepada saya, Pak bisakah kami menjadi pegawai atau tenaga kontrak? Sementara kalau lulusan SMK, saya jarang mendengar, karena mereka siap dengan potensinya untuk berkarya sendiri,” ungkapnya.

Soal pendidikan vokasi di Kabupaten Sanggau pihaknya memang menyadari, ada sejumlah jurusan untuk keahlian tertentu yang belum dimiliki. Maka dari itu, pria yang kerap disapa PH ini berharap kegiatan rakor MKKS SMK ini memberikan dampak yang terbaik untuk pendidikan vokasi di Kalimantan Barat.

“Ini menjadi tantangan kami (Pemerintah). Pendidikan vokasi ini memberikan peluang besar anak-anak kita untuk bisa siap pakai (punya keahlian). Ada beberapa stand yang sempat kami kunjungi, saya melihat keahlian anak-anak sangat luar biasa. Harapannya kepada para orang tua dan kita semua, bagaimana mempromosikan pendidikan vokasi ini untuk mengembangkan potensi generasi muda,” harap Bupati dihadapan Kemendikbud RI dan seluruh peserta expo dari 14 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat.

“Mudah-mudahan setelah mereka lulus, dan pulang kampung mereka bisa menjadi tuan ditanah sendiri, artinya bisa menciptakan peluang kerja mandiri. Misalnya kalau bapaknya bertani, minimal dia harus lebih hebat bertani dari bapaknya,“sambungnya. (Andi)

error: Content is protected !!