mgid.com, 605850, DIRECT, d4c29acad76ce94f
banner 728x250

Bupati Sanggau ajak Masyarakat Wujudkan Merdeka Belajar

Wartakapuas.id Sanggau – Bupati Sanggau Paolus Hadi menyampaikan bahwa, selama dua tahun terakhir dunia pendidikan di Indonesia mengalami kegalauan, termasuk di Sanggau. Pasalnya sistem belajar mengajar yang biasanya dilakukan secara tatap muka, harus terhenti dan harus merubah sistem belajar mengajar selama masa pandemi.

“Kegalauan kita luar biasa kalau tidak tatap muka. Ada juga guru yang mengeluh karena sudah terbiasa dengan tatap muka. Sehingga mendesak terus untuk tatap muka,” katanya saat pimpin Apel peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2022, di halaman Kantor Bupati Sanggau, Jumat pagi (13/5/2022).

“Tapi kurikulum mengajak agar mereka (para siswa) bisa memerdekaan dirinya, sehingga tidak hanya terfokus dengan sistem yang selama ini monoton. Tidak ada lagi ujian nasional yang membuat sakit kepala. Ini penting untuk dievaluasi, bahwa sistem belajar ini sangat membantu. Sebagai inovasi, kita diminta untuk belajar,” sambung Paolus Hadi yang saat itu mengenakan Jas merah bercorak Dayak dan penutup kepala berbahan kulit kapua’.

Ia menyebutkan, gara-gara pandemi akhirnya ditemukan metode ini. Para siswa boleh mencari ilmu sepanjang yang mereka mampu.

“Barusan saya bacakan pidato Menteri Pendidikan singkat, padat dan jelas. Dan beliau menyampaikan bahwa, kurikulum saat ini sudah 180 ribu sekolah yang menggunakan dengan metode merdeka belajar,”ujarnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Sanggau ini juga mengingatkan, agar anak-anak usia siswa memprioritaskan pendidikan.

“Untuk itulah anak-anak yang saya sayangi, selamat hari pendidikan nasional, semangat terus ya belajarnya. Jangan putus sekolah, jangan cepat menikah, kita harus tetap semangat, jadikan Sanggau yang lebih baik,” pesannya kepada para sejumlah siswa yang mengikuti Apel,” kata Bupati.

“Selamat juga untuk siswa yang berprestasi, demikian juga dua ibu guru, yang cukup membantu didunia pendidikan kita. Tepuk tangan untuk yang berprestasi,” sambungnya.

Bupati dua periode ini juga menyampaikan, perkembangan pendidikan bukan hanya beban guru dan Pemerintah saja, seyogiyanya orang tua juga ikut berperan.

“Kita tidak bisa beranggapan bahwa sekolah hanya baca, tulis, dan menghitung sudah cukup. Selain untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pendidikan juga bisa memperbaiki angka IPM kita,”ujarnya. (Andi)

error: Content is protected !!